Wednesday, 18 November 2015

Batik Betawi Asli Kampung Batik

etelah puluhan tahun vakum, Siti Laela bersama enam saudaranya, tergerak untuk melanjutkan tradisi membatik para leluhurnya itu, dengan merintis Kampung Batik Betawi pada tahun 2012 di Terogong. ”Tujuannya, selain untuk melestarikan batik khas Betawi yang sudah hampir punah, juga untuk membangkitkan kembali pamor batik tersebut,”di acara Kompasiana Coverage Pameran Batik Betawi Terogong yang digelar di Hotel Best Western Premier The Bellevue, Jl. Haji Nawi No. 1, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Spirit Siti Laela bersama enam saudaranya inilah yang sesungguhnya patut kita apresiasi. Mereka, dengan kesungguhan masing-masing, berupaya melestarikan nilai-nilai budaya leluhurnya, melalui Batik Betawi[2]. Mereka warga biasa, sebagaimana umumnya warga Betawi lainnya. Siti Laela menyebut, mereka sekeluarga hanyalah pengrajin kecil, dengan modal seadanya. Tapi, memiliki semangat tinggi serta mimpi besar akan kebesaran Batik Betawi. Pada tahun 2012 itu, Siti Laela menelusuri rekam jejak Batik Betawi di sejumlah literatur. Salah satunya, ia berkunjung ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Jl. Ampera Raya No.7, Jakarta Selatan. Di ANRI tersebut, menurut Siti Laela, tidak ada satu pun arsip yang menjelaskan tentang keberadaan Batik Betawi. Petugas ANRI waktu itu menunjukkan sebuah buku tentang batik. ”Semua jenis batik dari berbagai wilayah tanah air, diulas dalam buku tersebut. Tapi, lagi-lagi, tidak ada satu pun penjelasan tentang Batik Betawi. Bahkan, tidak ada satu kata pun yang menyebut Batik Betawi,” tutur Siti Laela, yang pada Rabu (7/10/2015) itu berbincang-bincang dengan 15 Kompasianer[3] di Angsana Lounge, di lantai satu The Bellevue. Sebagai seorang warga Betawi, terlebih sebagai pengrajin Batik Betawi, Siti Laela tentu saja sedih. Sangat sedih, malah. Indri, asyik membatik dalam pameran Batik Betawi Terogong di Best Western Premier The Bellevue BATIK Betawi boleh jadi saat ini tidaklah sepopuler batik dari daerah lainnya di tanah Jawa, yang sudah dikenal lebih dulu sebagai wilayah penghasil batik di Indonesia. Jika menyebut kata batik, siapa pun termasuk yang tinggal di daerah Jakarta, belumlah terbayang batik Betawi. Umumnya, pikiran seseorang langsung tertuju pada batik Pekalongan, batik Solo, batik Yogyakarta,ataupun batik Cirebon. Padahal, batik Betawi memiliki kekhasan ciri dan motif yang sangat berbeda dan tidak kalah menarik yang dapat menjadi keunggulan tersendiri. Warna-warna yang cerah, terang, dan bermotifkan gambar yang dekat dengan keseharian penduduk Jakarta, menjadikan Batik Betawi sebagai sebuah warisan budaya yang memiliki potensi untuk berkembang pesat. Membuat Batik Tulis Membutuhkan Ketekunan dan Kesabaran Melalui Kompasiana Coverage Batik Betawi Terogong, yang diadakan di Hotel Best Western Premier The Bellevue yang terletak di Jalan H. Nawi No 1, Radio Dalam, Jakarta Selatan, pada 7 Oktober lalu terungkap sebuah upaya mengangkat batik Betawi menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri Provinsi DKI Jakarta. Melakukan pameran Batik merupakan salah satu cara memperkenalkan keberadaan batik Betawi. Upaya ini bagai gayung bersambut saat Best Western The Bellevue yang beralamat di Jl. H Nawi No.1, Radio Dalam, Jakarta Selatan, sebuah hotel internasional yang letaknya tidak jauh dari Kampung Betawi Terogong, membuka diri untuk digelarnya pameran Batik Betawi Terogong selama lima hari di area lobby hotel, berkaitan dengan hari Batik Nasional tanggal 2 Oktober. Sejak tahun 2009, batik ditetapkan sebagai Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) oleh UNESCO. Siti Laela dan Suami, pengelola Batik Betawi Terogong beserta Elaine, Marcomm Manager Best Western Premier “Kami ingin mempopulerkan kembali keberadaan batik Betawi yang sempat terhenti,” kata Siti Laela, pemilik sanggar dan pengelola batik Betawi Terogong, yang hadir sebagai narasumber memberikan edukasi Barik Terogong, di hadapan 15 Kompasianer yang berkumpul di Angsana Lounge, lantai 1 Hotel Best Western Premier The Bellevue. Dalam kesempatan itu hadir pihak hotel, yakni Ervin Febrina selaku Director of Sales & Marketing dan Elaine Koesyono selaku Marketing Communication Manager The Bellevue. Rabu sore itu, Indri seorang perempuan berkerudung asal Terogong, tampak terlihat dengan tenang sedang membatik di atas kain putih terbentang, di area pameran Batik Betawi Terogong, yang ada di sudut lobby hotel. Di sisi kanannya terlihat kain batik Betawi Terogong yang telah jadi. Di sisi kiri, digantungkan sebuah pakaian pria dan wanita yang dibuat dari kain batik Betawi Terogong. Sosok boneka ondel-ondel laki-laki dan perempuan menegaskan kesan unsur asli Betawi. Siti Laela Memperlihatkan Motif Batik Mengkudu Batik Betawi Terogong diambil dari sebuah nama kampung permukiman Terogong, Bersama dengan keluarganya, Siti Laela menghidupkan kembali batik Betawi Terogong sejak 3 tahun lalu. yang dihuni mayoritas masyarakat Betawi di Kelurahan Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Meski demikian, Laela mengakui hingga kini referensi literasi batik Betawi tidak berhasil dijumpai. Dia hanya mengingat pada tahun 1960-an, kaum ibu di wilayah Terogong sudah biasa membatik selain bertani. Sayangnya, memasuki era tahun 1970-an, batik Betawi yang dulu disebut batik Jakarta keberadaannya meredup.Barulah sejak 5 September tahun 2012, dengan memberdayakan para perempuan di wilayah sekitar, batik Betawi Terogong tampil bergeliat menjadi penghasil batik Betawi terkemuka dengan mengusung tagline : Batik Betawi, ya Batik Terogong. Dari Ondel-ondel Sampai Monas SEBAGAI batik asli Betawi, warna-warna yang cerah mendominasi Batik Betawi Terogong. Motif batik yang ditawarkan memiliki ciri khas dan keunikan yang diambil dari nilai-nilai budaya masyarakat Betawi. Puluhan motif telah dihasilkan dalam pengerjaan batik Betawi Terogong. Contoh pakaian batik Betawi Terogong Sejumlah motif pembeda dengan batik asal daerah lain adalah tidak adanya pakem batik Betawi. Namun, justru inilah yang menjadi keunggulan lantaran batik Betawi dapat muncul dengan keunikan dan kekhasan seperti ondel-ondel, tugu monas, tugu pancoran, mengkudu, tanjidor dan symbol-simbol kota Jakarta lainnya. Masih terdapat juga motif tanaman, binatang, dan moda transportasi zaman dulu. Warna batik Betawi umumnya terkesan genjreng dan cerah karena terpengaruh gaya pesisir dan unsur budaya Cina. Didominasi warna merah, orange, dan warna terang lainnya. Proses pembuatan Batik Betawi Terogong sama dengan batik daerah lain pada umumnya. Batik yang diproduksi adalah batik cap dan batik tulis. Produksi batik cap lebih banyak jumlahnya dan bisa mencapai puluhan hingga ratusan potong sesuai dengan pesanan.

 

INFORMASI BERMANFAAT UNTUK ANDA

KUNJUNGI PUSAT BATIK MURAH BERKUALITAS DAN NYAMAN

BATIK INDOKABANA SEBAGAI PRODUSEN DAN PENJUALAN KAIN BATIK CAP DAN TULIS TERBAIK DAN MURAH




http://www.indokabana.com/

  >>> GROSIR BAJU, KLIK DISINI <<< 

 

KAIN-BAJU.COM SEBAGAI GROSIR KAIN DAN BAJU TERMURAH DAN BERSAHABAT MODEL UPDATE






TEMUKAN SOLUSI DAN  DAPATKAN SEGERA, LENGKAP, KEBUTUHAN 

BAJU, KAIN & SERAGAM BATIK TERBAIK DAN MURAH

http://www.kain-baju.com/

  >>> GROSIR BAJU, KLIK DISINI <<< 

No comments:

Post a Comment